Minggu-Minggu terakhir di SMP aku beranikan diri menggambar layout panggung kemudian dengan berani masuk kedalam kepanitiaan perpisahan kelas 3. Memang benar aku tidak pernah mengikuti kepanitiaan atau struktur dalam acara yang dilaksanakan oleh OSIS. Aku terkenal diam saat kelas 7 hingga akhir kelas 9. Namun aku mencoba bahwa aku harus bisa meninggalkan sesuatu yang baik untuk SMP Negeri 1 Subah.
Tampilkan postingan dengan label SMP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SMP. Tampilkan semua postingan
Selasa, 26 Maret 2013
A+ Untuk Artikel Berita
Bahasa Indonesia sebelum tidak menarik sama sekali. Akupun sulit mencerna materi yang disampaikan oleh guru yang sering menyebut siswa yang tak konsen dengan "Kethek Ditulup". Namun ini beda seorang guru Bahasa Indonesia baru mengajar dengan menarik sehingga mudah dicerna. Lebih komunikatif dan mudah untuk diajak diskusi.
Paiman
Paiman, nama yang nyentrik seperti orangnya yang selalu menyisir rambutnya ke belakang. Rambutnya klimis seperti diberi minyak rambut yang berlebih. Dia adalah guru BK yang tegas untuk mendidik muridnya. Setiap anak yang telat masuk gerbang akan berhadapan dengannya untuk menyirami bunga. Aku pernah jadi terdakwanya untuk menyiram bunga. Aku juga pernah dikritik karena mainan ballpoint saat jam pelajarannya.
Bondo Nekat
Bondo Nekat atau lebih dikenal dengan istilah Bonek adalah budaya hancur yang datang dari suporter daerah Jawa Timuran. Di Batang juga telah lama mengenalnya. Bonek biasa beroperasi pada malam hari Jum'at Kliwon, malam konser musik, atau Minggu pagi. Mereka ingin bermain ke pusat keramaian dengan cara menumpang sebuah truk secara paksa. Menghentikan truk dengan mempertaruhkan diri di tengah jalan. Sasaran utamanya adalah truk sap-sapan yang digunakan untuk mengangkut sepeda motor dari pabriknya.
LT3, Camat Diberontak, Takut Minta Maaf
Setelah Regu Elang SMP Negeri 1 Subah mampu memposisikan diri ke posisi pertama di Jambore Ranting (LT2), kemudian regu kami mempersiapkan diri untuk menghadapi Lomba Tingkat 3. Kali ini kami mendapatkan pelatih dari Dewan Kerja Ranting. Kami bersama tim dari SMP Negeri 4 Subah yang sekarang menjadi SMP Negeri 3 Subah karena pemekaran Kecamatan Pecalungan, mewakili Ranting Subah di LT3.
Desainer Gapuro
Kini aku telah masuk dalam anggota regu Elang yang akan diikutkan dalam Jambore Ranting Subah. Akhir semester 2 kelas 7 itu dihabiskan untuk latihan kepramukaan 3 kali dalam seminggu. Pramuka SMP Negeri 1 Subah tergolong mandiri karena berlatih tanpa pelatih dari DKR Subah. Sedangkan sekolah lain dilatih DKR aktif yang kemudian menjadi panitia di Jambore. Kami berlatih teori kepramukaan kalau gak salah namanya tekspram, kemudian sandi-sandi Pramuka seperti morse, semaphore, sandi-sandi (rumput dan navigasi menggunakan benda-benda yang ada di sekitar), dan yang tidak lupa dari ciri khas SMP Negeri 1 Subah adalah gapuro.
Aku Terpilih Karena Tangguh
Sejak aku sukses mengkawal regu Scorpio meraih posisi tergiat 1, aku diajak untuk ikut dalam pelatihan Pramuka yang disiapkan untuk mengikuti Jambore Ranting yang dilaksanakan oleh Dewan Kerja Ranting Subah di Bumi Perkemahan Adinuso. Jambore yang memadukan Penggalang Pemula dan Rakit ini diikuti ratusan gugus depan dari berbagai sekolah di wilayah Ranting Subah.
Minggu, 24 Maret 2013
Pelukis Kubistik
Sejak SD aku suka dengan menggambar. Aku pernah bermimpi menjadi arsitek saat itu. Aku bertemu dengan guru yang bernama Pak Riyanto. Guru yang memiliki kumis tebal. Pak Riyanto adalah guru seni rupa di SMP Negeri 1 Subah. Beberapa tembok disekolah menjadi kanvas lukisannya. Pak Riyanto mengerti kemampuan menggambarku dari kelas 7. Ketika itulah aku diminta untuk mengikuti ekstrakurikulernya yang diadakan berbarengan dengan marching band, namun tak lebih dari 3 kali pertemuan kemudian terhenti.
D.I.A
D.I.A. adalah inisial yang unik dari seorang wanita kelahiran 21 Desember 1991. D.I.A inisial dari Desti Ika Aryanti, yaitu seorang wanita yang 1 kelas dari kelas 7 hingga 9 yang pernah menjadi istimewa walaupun saat itu mungkin cintaku hanyalah cinta monyet. Dia biasa aku panggil Desti, seperti intelegen aku kasih dia kode intelegen DIA21121991. Aku penuh khayal di film-film saat sebuah kode dapat disampaikan secara rahasia dan dapat dibaca dengan benar.
Jawara Grafik Fisika
Fisika, semasa SD aku tak pernah mengenal ilmu fisika. Aku hanya mengenal ilmu alam. Fisika dimana kita diajarkan pengetahuan perhitungan dari sebuah benda alam yang mengalami perubahan baik bentuk, tempat, dan suhu. Kelas 7 aku bertemu dengan seorang guru yang memiliki badan kecil dan berambut seperti Einstein, dia bernama Ibu Sih Amartani. Aku memanggilnya Bu Sih. Seorang yang begitu dekat ketika dia mengetahui kemampuanku dan orang pertama yang menyadari kemerosotanku dan langsung mempertanyakannya kepadaku. Aku waktu itu tak dapat menceritakan kepadanya. Mungkin cukup menjadi rahasiaku saat itu. Namun dalam autobiografiku ini akan kuceritakan semuanya.
Tergiat 1
Setelah aku bergelut sebagai Pimpinan Regu Elang di SD Negeri Sengon 03, aku berani menyatakan diri sebagai Pimpinan Regu saat Kemah Bakti OSIS - Pramuka Gudep SMP Negeri 1 Subah di depan teman-temanku yang belum lama kukenal. Aku yakin waktu itu bahwa aku mampu memimpin mereka semua. Sebenarnya aku sendiri belum tahu apa yang semestinya aku harus lakukan.
SMPKu Terhimpit Jati dan Lapangan
Setelah menyelesaikan sekolah dasarku, sebenarnya aku berniat untuk bersekolah di almamater kakak pertamaku yang bernama Karta di SMP Negeri 3 Batang. Yaitu SMP Percontohan di Kabupaten Batang yang menjadi favorit setiap orang yang tahu akan pendidikan. Namun orang tuaku tak tega karena aku sering sakit-sakitan ketika capek. Maklum jarak antara rumahku dan SMP itu cukup jauh sekitar 20km. Akhirnya aku dipilihkan bersekolah di SMP Negeri 1 Subah yang hanya berjarak 4km dan bisa ditempuh sekitar 15 menit.
Langganan:
Postingan (Atom)